Kamis, 23 April 2015

Senang-senang di pantai Tureloto :)

Hai..haiiii...!!!
Kali ini gue bakal bahas mengenai wisata air di pulu yang deket sama pulau kelahiran gue.
Yap..!! pulau Nias..*prokprok..
Keindahan pantai di pualu ini udah ga bisa di raguin lagi deh pokoknya.
You've come to this place bebhh..
Nah,,here we go...
Pantai Tureloto di Nias akan memberikan keajaiban untuk para wisatawan. Anda yang sedang berenang di sana bisa terapung. Ada yang menyebut kalau Pantai Tureloto adalah Laut Mati-nya Indonesia.
Mungkin sudah banyak tulisan yang menggambarkan eloknya berwisata ke Pulau Nias. Ada banyak pilihan tempat eksotis. Mulai dari serunya wisata pantai dan surfing di Pantai Lagundri atau di Pantai Sorake, sampai asyiknya melihat atraksi lompat batu.
Tempat-tempat itu tentunya akan membuat siapapun yang mendengar atau pernah membacanya akan sangat ingin mengunjunginya. Daerah-daerah yang disebut di atas seluruhnya berada di kawasan selatan pulau. Tidak sering kita mendengar sesuatu yang luar biasa di kawasan lain di pulau ini.
Salah satunya adalah Pantai Tureloto yang terletak di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Pantai ini sudah cukup terkenal di tengah-tengah masyarakat di Nias, tetapi belum terlalu banyak orang luar yang mengenal Tureloto.
Pantai ini tidak seperti pantai biasa dengan pasir putih. Tureloto menawarkan sesuatu yang lain yaitu hamparan karang. Ya, bukan pasir yang membentang tetapi batu karang yang terhampar di permukaan dan tersebar di sepanjang garis pantainya.
Menurut orang lokal yang tinggal di daerah ini, karang-karang ini muncul sejak gempa dahsyat tahun 2005 silam melanda Nias. Beberapa ratus meter dari bibir pantai, wisatawan juga dapat melihat untaian karang yang berjejer seperti membentuk benteng.
Benteng karang inilah yang membuat pantai ini minim akan ombak, sehingga airnya sangat tenang dan membuat kesan yang sangat private dan ekslusif. Pilihan terbaik untuk berkunjung adalah siang hari. Karena kombinasi antara matahari dengan air lautnya akan membuat mata yang memandang menjadi biru.
Ya, biru karena limpahan sinar matahari akan memantulkan cahaya biru yang sangat cantik di seluruh kawasan pantai ini. Sinarnya akan menembus jauh kedalam air sehingga kita akan semakin terpesona melihat ikan-ikan cantik bermain di antara karang laut.
Kita bisa melakukan beberapa kegiatan di pantai ini. Untuk sekedar berenang, snorkeling menjelajahi karang, ataupun berkeliling pantai dengan sampan bermotor. Untuk berkeliling dengan sampan bermotor, wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 10.000 per orangnya untuk waktu keliling sekitar 30 menit.
Pesona Tureloto seakan tidak ada habisnya. Wisatawan yang berenang akan terkejut kagum karena siapapun yang berenang di pantai ini akan dapat dengan mudah terapung di atasnya. Sampai seorang teman yang turut berkunjung berkata bahwa Tureloto adalah Laut Mati-nya Indonesia. Mungkin saja karena kadar garam di pantai ini yang sangat tinggi.
Untuk mencapainya, dapat langsung dari Bandara Binaka Nias atau dari Kota Gunung Sitoli. Sayangnya, belum ada transportasi umum menuju daerah ini. Wisatawan dapat menyewa mobil dengan tarif Rp 250.000–Rp 300.000 per hari.
Jarak tempuhnya sekitar 2 jam. Masuk ke lokasi ini gratis, tidak dipungut biaya. Wisatawan hanya mengeluarkan biaya untuk pemakaian kamar mandi umum. Ingin ke pantai cantik dan terapung tenang? Tureloto jawabannya.
Here the pictures guys...



Taman Wisata Iman



Haiiiii,Guyssss..kali ini saya akan bahas mengenai potensi wisata di daerah kelahiran saya loh..,hehehe.Sewlama ini terlalu bangga dengan danau Toba yang juga terhubung dengan daerah kelahiran saya.Okeyyy..,tanpa berlama-lama lagi daerah tersebut adalah…… Sidikalang,Kab.Dairi Sumatera Utara.

Nah,salah satu wisata yang terkenal di daerah ini adalah Taman Wiisata Iman.Kenapa namanya Tamana Wisata Iman..? Karena di taman ini terdapat banyak bangunan yang melambangkan banyaknya agama yang beraeda di wilayah Dairi,namun ga Dairi juga Indonesia lebih tepatnya.So..,here we goooo..

Taman Wisata Iman berada di Bukit Sitinjo dengan luas 130.000 m2, terletak di Kecamatan Sitinjo. Di Taman Wisata Iman ini dapat disaksikan sederetan patung nabi-nabi, yaitu antara lain patung Budha setinggi 5 meter terbuat dari batu asli berada di dalam Vihara, patung Abraham ( nabi Ibrahim ), Nabi Musa saat akan menerima Sepuluh Perintah Allah, Gua Betlehem, 14 tahap perjalanan salib (Via Dolorosa), Gua Bunda Maria, Bukit Golgata, Gereja, Kuil Hindu, Lapangan manasik haji dan sebuah mesjid yang dilengkapi dengan fasilitas penginapan. Taman Wisata Iman dibangun dengan tujuan agar pengunjung dapat menyaksikan, menikmati dan menghargai alam ciptaan Tuhan serta menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan hidup, termotivasi untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mempererat hubungan silaturahmi antar umat beragama.

Salah satu lagu daerah Pakpak

Suku Pakpak Sumatera Utara




Suku Batak Pakpak adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatera Indonesia. Tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara dan Aceh, yakni di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam (Provinsi Aceh).Dalam administrasi pemerintahan, suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten, yakni:

  1. Kabupaten Dairi dengan ibu kota: Sidikalang
  2. Kabupaten Pakpak Bharat dengan  ibu kota: Salak

Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di India yang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi.



Pembagian

Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku, dalam istilah setempat sering disebut dengan istilah Pakpak Silima Suak yang terdiri dari:

  1. Pakpak Klasen, berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari kabupaten Tapanuli Tengah.
  2. Pakpak Simsim, berdiam di kabupaten Pakpak Bharat.
  3. Pakpak Boang, bermukim di propinsi Aceh yaitu di kabupaten Aceh Singkil dan kota Subulussalam. Suku Pakpak Boang ini banyak disalahpahami sebagai suku Singkil.
  4. Pakpak Pegagan, bermukim di Sumbul dan sekitarnya di Kabupaten Dairi.
  5. Pakpak Keppas, bermukim di kota Sidikalang dan sekitarnya di Kabupaten Dairi.

Marga Pakpak

  • Anakampun
  • Angkat
  • Bako
  • Bancin
  • Banurea
  • Berampu
  • Berasa
  • Beringin
  • Berutu
  • Bintang
  • Boang Manalu
  • Capah
  • Cibro
  • Gajah Manik
  • Gajah
  • Kabeaken
  • Kesogihen
  • Kaloko
  • Kombih
  • Kudadiri
  • Lingga
  • Maha
  • Maharaja
  • Manik
  • Matanari
  • Meka
  • Maibang
  • Padang
  • Padang Batanghari (BTH)
  • Pasi
  • Penarik Pinayungan
  • Sambo
  • Saraan
  • Sikettang
  • Sinamo
  • Sitakar
  • Solin
  • Saing
  • Tendang
  • Tinambunan
  • Tinendung
  • Tumangger
  • Turutan
  • Ujung

Suku bangsa Pakpak diikat oleh struktur sosial yang dalam istilah setempat dengan sulang silima. Sulang silima terdiri dari lima unsur yakni: 1. Sinina tertua (Perisang-isang (keturunan atau generasi tertua) 2. Sinina penengah (Pertulan tengah (keturunan atau generasi yang di tengah) 3. Sinina terbungsu (perekur-ekur = keturunan terbungsu) 4. Berru (kerabat penerima gadis) 5. Puang (kerabat pemberi gadis)

Kelima unsur ini sangat berperan dalam proses pengambilan keputusan dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam sistem kekerabatan, upacara adat maupun dalam konteks komunitas lebbuh atau kuta. Artinya ke lima unsur ini harus terlibat agar keputusan yang diambil menjadi sah secara adat.

Upacara adat Pakpak dinamakan dengan istilah kerja atau kerja-kerja. Namun saat ini sering juga digunakan istilah pesta. Upacara adat tersebut terbagi atas dua bagian besar yakni: 1. Upacara adat yang terkait dengan suasana hati gembira dinamakan kerja baik; 2. Upacara adat dalam suasana tidak gembira dinamakan kerja jahat.

Contoh kerja baik adalah: merbayo (upacara perkawinan), menanda tahun (upacara menanam padi), merkottas (upacara untuk memulai sesuatu pekerjaan yang beresik0) dan lain-lain. Contoh kerja jahat adalah mengrumbang dan upacara mate ncayur ntua (upacara kematian).

Jumat, 10 April 2015

50 Ways to Be Happy Life

If you want to get happy, here are 50 habits to start implementing, like, yesterday.
1. Slow down.
2. Be mindful. Life happens now. This moment is all you've got.
3. Create a ritual. Have tea every afternoon. Write a gratitude list every morning. Walk around your neighborhood every evening. You can make a ritual out of anything — just perform the activity deliberately and mindfully.
4. Exercise. Every day. Walk. Run. Skip. Swim. Play four square. Whatever.
5. Make friends with Mother Nature. She’s got a lot to teach you.
6. Challenge yourself. Growth comes when you push your limits.
7. Keep an open mind. Open minds are happy minds.
8. Eat with relish. Love your food. Don’t eat on the run or mindlessly.
9. Smile. A lot.
10. Laugh. A lot. Real, authentic laughter.
11. Drink water. As much as you can stomach.
12. Soak up the vitamin D. Sunshine cures many ills.
13. Be afraid. And do it anyway. Fear is the gateway to a stronger you.
14. Sleep well. Make a good night’s sleep a daily priority.
15. Disconnect from technology. Turn that iPhone off from time to time.
16. Touch other people. With their permission, of course. Touch is hugely important for healing and mental health.
17. Cut back on caffeine. It's still a drug, even in delicious liquid form.
18. Consume happy media. Skip the news — watch positive, life-affirming stuff instead.
19. Talk to strangers. You never know who you might meet.
20. Be kind. Extend kindness as often as possible. Random acts are good.
21. Eat plants. Food that comes out of the earth is better for body, mind and spirit.
22. Cultivate compassion. For yourself and all other living things.
23. Leave your comfort zone behind. Discomfort is a sign of growth.
24. Identify your destructive thoughts. Then, write a positive script to fight back.
25. Drink less booze. You'll feel better.
26. Play. It's not just for kids — playtime is beneficial for grown-up brains, too.
27. Use affirmations. Pick some that resonate with you, and recite them religiously.
28. Get minimal. With less junk in your life, there's more room for what's important.
29. Listen. When you talk to people, give them your full attention. Don't just wait for your turn to speak.
30. Make positive friends. It's hard to be happy if you're surrounded by negative Nancys.
31. Give back. Countless good causes could use your talents.
32. Listen to upbeat tunes. Music has power.
33. Embrace a spiritual connection. While this is certainly optional, feeling connected to something greater than yourself can make a world of difference in your life.
34. Do something unfamiliar. Explore a sport, activity or subject you've never been particularly interested in. You never know what you might discover.
35. Visualize. See yourself with all that you desire, and you're on your way.
36. Give hugs. Hugs are so underrated. Dole 'em out generously.
37. Work to live. Not the other way around.
38. Look for opportunities. When we get stuck in our regular routines, we're often blind to new possibilities. Open your eyes, ears and heart.
39. Train your brain. Your mind needs to be challenged to maintain its top form. Try crossword puzzles, brain games or memory quizzes.
40. Climb a tree. Trust me. Best thing ever.
41. Do things you love. If you don't know what you love, start exploring.
42. Get a pet. Animals can lower your blood pressure, reduce stress and add to your life in innumerable other ways. Plus, who couldn't use a little unconditional love?
43. Travel. New places and faces expand your awareness
44. Do nothing. Call it mental health time.
45. Meditation comes in countless variations. Pick one. Even five minutes a day makes a difference.
46. Swim.
47. Take risks.
48. Let go gracefully. All things have their time.
49. Love yourself. It's not as easy as it sounds, obviously. But work at it, and the warm fuzzies will come.
50. Appreciate everything. You have so many gifts, acknowledging them is the best way to feel fabulous about your life.